Keberhasilan siswi asal Kelurahan Bangkala, Kecamatan Maiwa ini bermula dari inisiatif mandirinya dalam mencari peluang pengembangan diri. Melalui media sosial, Nurul menemukan informasi terkait kompetisi berbasis daring tersebut dan memutuskan untuk mendaftar sesuai dengan bidang minatnya guna menguji kemampuan akademik di kancah nasional.
Persiapan Mandiri dan Ketelitian
Menjelang hari perlombaan, Nurul menunjukkan dedikasi yang tinggi dengan mempelajari kisi-kisi materi yang diberikan oleh panitia. Meski dilakukan secara mandiri, persiapan matang tersebut terbukti efektif saat dirinya menghadapi ujian pada 26 April 2026 lalu.
Dalam kompetisi tersebut, Nurul harus menyelesaikan total 60 soal sains dengan tingkat kesulitan yang kompetitif. Berkat ketelitian dan fokus yang terjaga, ia berhasil meraih skor tertinggi yang menempatkan namanya di jajaran peraih medali emas.
Apresiasi dan Motivasi
Prestasi luar biasa ini menuai apresiasi luas. Keberhasilan Nurul dianggap sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan jarak bukan penghalang bagi siswa di daerah untuk bersaing secara nasional di era digital.
Pihak sekolah dan komunitas pendidikan setempat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini. Keberhasilan Nurul diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di SMP Negeri 1 Maiwa dan seluruh Indonesia untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman.
"Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman semua. Jangan ragu untuk mengikuti lomba-lomba berbasis online, karena selain menambah pengalaman, kita juga bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita di tingkat yang lebih luas," ujar Nurul dengan penuh harap.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Nurul dan keluarganya, tetapi juga menjadi kado manis bagi almamaternya, SMP Negeri 1 Maiwa, dalam memperkuat reputasi sekolah sebagai pencetak generasi berprestasi.(Red-msi)
