Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Kebebasan Pers 2026: Komitmen Merajut Keadilan dan Integritas Bangsa

Minggu, 03 Mei 2026 | 17.30 WIB Last Updated 2026-05-03T10:30:07Z


SIMPULINDONESIA.com_ JAKARTA – Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, memberikan pesan reflektif sekaligus strategis dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) 2026. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pers berkualitas bukan sekadar penyampai informasi, melainkan instrumen krusial dalam membangun peradaban dan menjaga perdamaian global.

​Peringatan tahun ini mengusung tema besar: "Pers Berkualitas untuk Masa Depan yang Damai dan Adil." Menurut Komaruddin, tema ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers bahwa di tengah disrupsi dan derasnya arus informasi global yang kerap memicu polarisasi, kehadiran jurnalisme yang sehat mutlak diperlukan.

​"Jurnalisme yang sehat adalah jangkar bagi peradaban. Setiap karya jurnalistik bermutu yang kita hasilkan adalah investasi nyata bagi nalar publik yang sehat," ujar Komaruddin Hidayat.

​Peran Strategis dan Penjaga Nalar Publik

​Komaruddin menjabarkan dua poin utama dalam pesannya. Pertama, mengenai peran strategis pers sebagai "penjernih" di tengah polusi dan manipulasi informasi yang sering kali menyulut konflik. Ia menegaskan bahwa tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, mustahil bagi sebuah bangsa untuk merajut kedamaian yang berkelanjutan.

Kedua, mengenai pilar keberlanjutan. Ia mengingatkan bahwa masa depan yang adil hanya bisa berdiri jika publik menerima informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa kualitas pers yang terjaga, demokrasi akan menjadi rapuh dan bangsa akan terus terancam oleh arus disinformasi yang destruktif.

​Menuju Konferensi Global di Zambia

​Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pers juga menyoroti langkah UNESCO yang akan menyelenggarakan Konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia di Lusaka, Zambia, pada 4-5 Mei mendatang. Forum global tersebut diharapkan menjadi panggung utama untuk membedah tren terbaru kebebasan berekspresi serta memetakan arah media global yang kian menantang.

​"Apa yang dibahas di Zambia juga menjadi keprihatinan dan perhatian kita di Indonesia. Tantangan terhadap kebebasan pers terus berevolusi, dan kita harus siap beradaptasi tanpa sedikit pun menggadaikan integritas," tambahnya.

​Dorongan Regulasi Hak Cipta Jurnalistik dan Pembebasan Pajak

​Sebagai penutup, Dewan Pers menyampaikan aspirasi konkret kepada pemerintah untuk mendukung ekosistem media nasional. Komaruddin mendorong percepatan terwujudnya undang-undang yang menghargai hak cipta karya jurnalistik.

​Selain itu, ia mengusulkan adanya kebijakan "No Tax for Knowledge" atau pembebasan pajak bagi produk-produk intelektual yang berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa.

​"Saya mengajak seluruh insan pers di penjuru tanah air: jadilah garda terdepan dalam merawat demokrasi. Mari kita buktikan bersama bahwa pers Indonesia mampu menjadi pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, bebas, damai, adil, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.


×
Berita Terbaru Update