Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

ICA Sultra Bangkit! Squad Baru dan Chef Profesional Siap Dongkrak Pariwisata Kuliner Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08.27 WIB Last Updated 2026-05-03T01:27:22Z

Gambar : ICA BPD Sulawesi Tenggara. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Kebangkitan sektor kuliner Sulawesi Tenggara kian nyata. Indonesian Chef Association (ICA) Badan Pengurus Daerah (BPD) Sultra resmi memperkenalkan formasi “squad baru” dalam pertemuan strategis yang digelar di Hotel Claro Kendari, pada Sabtu (2/5/2026).


Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa ICA Sultra siap mengambil peran lebih besar dalam mendorong pariwisata berbasis kuliner di tingkat nasional hingga internasional.


Deretan chef profesional dari berbagai hotel ternama di Sultra turut memperkuat barisan baru ini. Mereka antara lain Chef Aziz dari Claro Hotel Kendari, Chef Hawe dari Swiss-Belhotel Kendari, Chef Iwan Krisna dari Sutan Raja Kolaka, serta Chef Erwin dari Sahid Azizah. 


Kehadiran para praktisi ini menjadi energi baru dalam membangun ekosistem kuliner yang lebih kompetitif.


Tak hanya dari industri, ICA Sultra juga menggandeng dunia pendidikan. Kolaborasi dengan SMK Negeri 3 Kendari serta tim assessment menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi chef muda yang siap bersaing di industri profesional.


Perwakilan ICA Sultra, Kang Odhi Kelana, menegaskan bahwa peran chef tidak lagi sekadar memasak, tetapi juga menjadi duta budaya melalui cita rasa.


“Ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang bagaimana kita bercerita lewat rasa. Dari fine dining hingga kuliner tradisional, semuanya adalah wajah pariwisata Sulawesi Tenggara,” tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga kualitas, standar kebersihan, serta terus berinovasi mengangkat kekayaan bahan dan bumbu lokal agar mampu bersaing di level nasional bahkan global.


Dengan formasi baru yang solid, ICA Sultra optimistis mampu menghadirkan inovasi kuliner berbasis kearifan lokal yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kuliner kini bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam menggerakkan sektor pariwisata Indonesia.

×
Berita Terbaru Update