Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Layanan Medis Lumpuh Saat Listrik Padam, IMM Bulukumba Desak Evaluasi Total Direktur RSUD

Sabtu, 25 April 2026 | 19.03 WIB Last Updated 2026-04-25T12:03:50Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bulukumba melayangkan kritik tajam terhadap manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja. Hal ini merespons keluhan masyarakat terkait buruknya penanganan operasional rumah sakit saat terjadi pemadaman listrik yang dinilai menghambat layanan medis vital.

Masalah teknis tersebut dilaporkan berdampak langsung pada penanganan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) hingga tertundanya sejumlah jadwal operasi. Padahal, sebagai fasilitas kesehatan vital, rumah sakit wajib mematuhi standar Kementerian Kesehatan RI untuk menyediakan listrik 24 jam tanpa gangguan melalui sistem cadangan daya (genset) otomatis.

Soroti Manajemen dan Anggaran Pemeliharaan
Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik PC IMM Bulukumba, Revais Lesnusa, menegaskan bahwa insiden lumpuhnya pelayanan akibat mati lampu tidak seharusnya terjadi di fasilitas kesehatan kelas daerah.

"Kami menerima banyak keluhan dari keluarga pasien yang merasa khawatir. Saat listrik padam, penanganan di UGD terkendala. Ini bukan sekadar masalah teknis mati lampu, ini adalah masalah nyawa manusia yang dipertaruhkan," ujar Revais dalam keterangan persnya, Sabtu (25/4/2026).

IMM secara khusus menyoroti kepemimpinan Direktur RSUD Bulukumba dalam mengoordinasi unit-unit terkait. Revais mempertanyakan efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alokasi anggaran pemeliharaan sistem cadangan daya (genset atau UPS).

"Jika saat listrik padam pelayanan langsung lumpuh, maka patut dipertanyakan ke mana arah kebijakan manajemen selama ini? Bagaimana pengawasan Direktur terhadap instalasi pemeliharaan? Jangan sampai ada pembiaran terhadap kerusakan alat atau kelalaian teknis yang bersifat fatal," tegasnya.

Kronologi dan Ketegangan di Lapangan
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, sempat terjadi ketegangan antara keluarga pasien dengan pihak keamanan rumah sakit. Kericuhan tersebut dipicu oleh ketidakpastian informasi mengenai kapan aliran listrik kembali normal.
Salah satu keluarga pasien mengungkapkan kekecewaannya terkait minimnya komunikasi dari pihak RSUD. Ia menyebutkan bahwa pemadaman terjadi sejak sebelum waktu Maghrib hingga setelah Isya.

"Awalnya saya keberatan saat diberitahu akan ada pemadaman. Humas sempat meyakinkan saya bahwa listrik tidak akan padam sebelum operasi selesai. Namun, berselang beberapa menit, listrik langsung padam tanpa pemberitahuan lebih lanjut kepada keluarga yang sedang menunggu di depan ruang operasi," ungkap salah satu kerabat pasien.

Desakan Evaluasi Menyeluruh
Menyikapi krisis manajemen ini, PC IMM Bulukumba mendesak Pemerintah Daerah dan Dewan Pengawas RSUD untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan teknis operasional.

Revais menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindak lanjut nyata dari pemangku kebijakan.

"Hak dasar kesehatan masyarakat terabaikan karena manajemen yang lamban dan tidak responsif. RSUD Bulukumba harus segera berbenah secara total, atau serahkan kepemimpinan kepada pihak yang lebih kompeten dalam mengelola hajat hidup orang banyak," pungkas Revais.
×
Berita Terbaru Update