Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Sambut Hari Sumpah Pemuda, PP LIDMI Dorong Peran Pemuda Muslim Songsong Kebangkitan Peradaban

Jumat, 30 Oktober 2026 | 21.23 WIB Last Updated 2026-10-30T14:23:22Z


SIMPULINDONESIA.com_ MAKASSAR,— Pengurus Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) sukses menyelenggarakan Webinar Kepemudaan Nasional dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026).

​Kegiatan bertajuk “Dari Sumpah Pemuda Menuju Kebangkitan Peradaban: Rekonstruksi Peran Pemuda Muslim dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia” ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi organisasi. Forum nasional tersebut menjadi ruang refleksi strategis untuk meneguhkan kembali komitmen pemuda Muslim dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat kapasitas intelektual, serta menyiapkan kepemimpinan masa depan.

​Wakil Ketua Umum PP LIDMI, Nasrul, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai Sumpah Pemuda secara progresif dan tidak terjebak pada ritus seremonial belaka.

​"Momentum Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada peringatan historis semata, melainkan harus menjadi pijakan dalam mencetak generasi yang siap memikul tanggung jawab peradaban. Pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai aktor utama lahirnya perubahan positif bagi bangsa," tegas Nasrul.


​Webinar ini menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus Ketua II PP LIDMI Periode 2020–2022, Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal, S.Pd., M.Ed., Ph.D., serta Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia sekaligus inisiator LIDMI, Ustaz H. Ardian Kamal, M.Sc.

​Redefinisi Spirit 1928 di Era Modern

​Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal mengulas konteks dan relevansi Tiga Ikrar Sumpah Pemuda 1928—satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa—dalam menjawab tantangan kontemporer Indonesia. Menurutnya, komitmen "Satu Tanah Air" saat ini harus diterjemahkan ke dalam perjuangan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Nusantara.

​"Persatuan wilayah tidak cukup hanya dimaknai secara geografis, tetapi harus diwujudkan melalui keadilan sosial dan kesetaraan akses pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Jawa hingga Papua," jelas Dosen FMIPA UNM tersebut.

​Lebih lanjut, ia menelaah ikrar "Satu Bangsa" sebagai pendorong untuk merawat kohesi sosial di tengah ancaman polarisasi, khususnya di ruang digital. Sementara ikrar "Satu Bahasa" harus diakselerasi melalui penguatan literasi, peningkatan nalar kritis, serta konsistensi dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan bermartabat.

​Tiga Pilar Kunci Kepemimpinan Pemuda

​Sementara itu, Ustaz H. Ardian Kamal menekankan posisi historis pemuda sebagai agent of change di setiap era perjalanan bangsa. Ia mengimbau agar masa muda dimaksimalkan sebagai fase inkubasi kepemimpinan dan pembentukan karakter.

​"Masa muda menyimpan tiga potensi strategis yang wajib dioptimalkan: kekuatan fisik, ketajaman pikir (fikir), dan tingginya spirit perjuangan. Integrasi ketiga elemen ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya berani dan energik, tetapi juga cerdas secara intelektual serta matang dalam mengambil keputusan," paparnya.

​Melalui agenda nasional ini, PP LIDMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan membina potensi pemuda Muslim agar mampu memberikan kontribusi nyata, merawat persatuan nasional, serta menjadi garda terdepan dalam menyongsong kebangkitan peradaban Indonesia. (LMC)


×
Berita Terbaru Update