Temuan penting tersebut terungkap dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Ruang Prof. dr. Nur Nasry Noor, MPH, Lantai 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Rabu (30/9/2026).
Sidang promosi doktor yang berjalan khidmat dan lancar ini mengangkat disertasi karya Eka Suprapti bertajuk "Edukasi Gizi Dengan Pendekatan Spiritual Untuk Perubahan Perilaku Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Kota Makassar".
Dalam pemaparannya, Eka Suprapti menjelaskan bahwa penggabungan edukasi gizi dengan nilai-nilai spiritual terbukti meningkatkan daya ubah perilaku para santriwati. Pesan-pesan kesehatan dikemas melalui internalisasi nilai keislaman—seperti memandang tubuh sebagai amanah, membiasakan konsumsi makanan yang halal dan thayyib, serta menumbuhkan rasa syukur—yang berfungsi sebagai penguat motivasi intrinsik.
Metode intervensi yang dikembangkan mencakup penggunaan modul khusus, sesi pendampingan intensif, hingga diskusi kelompok kecil (small group discussion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mendongkrak pengetahuan, sikap, efikasi diri, serta tindakan nyata santriwati dalam mencegah anemia.
Kendati demikian, Eka menegaskan bahwa pendekatan spiritual ini ditempatkan sebagai penguat motivasi dan makna dalam menjalani pola hidup sehat, bukan untuk menggantikan intervensi medis utama seperti suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD).
Rekomendasi Strategis dan Keberlanjutan Program
Berdasarkan temuan risetnya, Eka merekomendasikan agar pihak pondok pesantren dan puskesmas setempat memperkuat program pencegahan anemia secara berkelanjutan. Langkah taktis yang dianjurkan meliputi penguatan pendampingan, pemantauan rutin kepatuhan konsumsi TTD, serta pelibatan aktif para ustazah dan kelompok teman sebaya (peer group).
Modul edukasi berbasis spiritual yang telah teruji dalam disertasi ini juga dinilai sangat potensial untuk diadopsi dan disesuaikan oleh institusi pesantren maupun sekolah berasrama lainnya di Indonesia.
Untuk pengembangan ilmu pengetahuan ke depan, penelitian lanjutan disarankan mencakup cakupan wilayah yang lebih luas, pengawasan pola makan serta kepatuhan konsumsi TTD yang lebih ketat, serta masa tindak lanjut (follow-up) yang lebih panjang. Hal ini penting guna mengukur keberlanjutan perubahan perilaku secara jangka panjang dan dampaknya secara langsung terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri.
Susunan Dewan Penguji
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Dr. Fridawaty Rivai, SKM., M.Kes. selaku Ketua Sidang / Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FKM Unhas. Adapun susunan dewan penguji yang hadir meliputi:
- Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D (Promotor)
- Dr. Erniwati Ibrahim, SKM., M.Kes (Ko-Promotor I)
- Rahayu Indriasari, SKM., MPHCN., Ph.D (Ko-Promotor II)
- Prof. Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si (Penguji Eksternal)
- Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, S.Kep., Ns., M.Kes (Penguji)
- Dr. Balqis, SKM., M.Kes., M.Sc.PH (Penguji)
- Dr. Indra Fajarwati Ibnu, SKM., MA (Penguji)
Melalui temuan akademis ini, keberhasilan disertasi Eka Suprapti diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka prevalensi anemia pada remaja putri, khususnya di lingkungan institusi pendidikan berbasis keagamaan di Tanah Air.

