Kegiatan luar ruang yang dirancang untuk memperkuat kedisiplinan, kepemimpinan, dan ketangguhan ini diikuti oleh 200 anggota pelopor PKS dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel sekaligus Koordinator Instruktur Kembara, Mallarangan Tutu, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara sejak tahap persiapan hingga penutupan.
"Alhamdulillah, mulai dari persiapan panitia dan instruktur hingga pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan aman sesuai harapan. Memang ada beberapa catatan teknis di lapangan, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap keseluruhan proses Kembara," ujar Mallarangan.
Ia berharap pembinaan di alam terbuka ini mampu membekali para kader dengan ketahanan mental dan fisik yang lebih baik, sehingga kehadiran mereka semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. "Kita berharap para pengurus dan anggota mendapatkan bekal yang lebih kuat, sehingga dapat semakin bermanfaat bagi organisasi dan terutama bagi masyarakat yang harus terus dilayani," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, menilai Kembara 2026 menjadi momentum strategis dalam menjaga denyut pengabdian kader di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun di Hutan Pinus Bulu Tanah akan menjadi energi positif bagi konsolidasi partai ke depan.
"Acara Kemah Bela Negara ini menambah semangat anggota PKS untuk terjun memberikan bakti dan layanan kepada masyarakat," tutur Anwar. Ia juga mematok target besar pasca-kegiatan ini agar kader-kader PKS semakin militan dan solid menyongsong agenda politik menuju Pemilu 2029.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kepemudaan dan Kepemimpinan Partai (BKKP) DPW PKS Sulsel, Rahman R., menjelaskan bahwa Kembara bukan sekadar agenda berkemah biasa, melainkan ruang pembelajaran komprehensif bagi kader.
"Bagi kami, Kembara merupakan ruang pembelajaran untuk mengokohkan kebersamaan, menjaga nilai, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan semangat pengabdian," ungkap Rahman.
Ia turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, peserta, steering committee, instruktur, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara. Rahman berpesan agar seluruh nilai kedisiplinan dan kepemimpinan yang ditempa selama perkemahan dapat terus diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata di daerah masing-masing.
"Harapan kami, apa yang telah ditempa selama perjalanan Kembara tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi menjadi energi baru untuk terus bertumbuh, semakin solid, siap menghadapi tantangan, dan menghadirkan pengabdian nyata di tengah masyarakat. Kembara boleh selesai, tetapi cerita pengabdian dan langkah perjuangan tidak boleh berhenti," pungkasnya.
Setelah merampungkan seluruh rangkaian agenda pembinaan di alam terbuka tersebut, para peserta Kembara 2026 kembali ke daerah asal masing-masing dengan membawa semangat baru untuk memperkuat peran sosial dan keorganisasian PKS di Sulawesi Selatan.

