Di tengah padatnya agenda koordinasi lintas sektoral, personel Damkar Polman bergerak cepat menangani dua insiden Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Matakali dan Kecamatan Tinambung.
Laporan kebakaran pertama diterima Mako Damkar Polman pada pukul 12.38 WITA. Api melahap area lahan terbuka berisi sisa tebangan kayu di dekat bukit Jalan Bunga-Bunga, belakang BTN Grand Sulawesi, Kelurahan Patampanua, Kecamatan Matakali.
Menanggapi laporan warga, Komandan Operasional sekaligus Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., mengerahkan Regu C dengan dua unit armada dari Pos Induk Matakali.
Tiba di lokasi dalam response time lima menit (12.43 WITA), petugas langsung bergotong royong melokalisasi kobaran api yang kian membesar akibat hembusan angin kencang dan vegetasi kering. Kebakaran tersebut diduga akibat kelalaian dari aktivitas pembakaran arang di sekitar lokasi.
Dalam proses penanganan di lapangan, personel kepolisian dari Polres Polman turut hadir bahu-membahu membantu pengamanan area.
Setelah perjuangan intensif selama ±2 jam 48 menit akibat tumpukan vegetasi kayu yang terus memicu titik api baru, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Di saat sebagian personel berjibaku menembus asap di Matakali, perwakilan personel Damkar Polman lainnya menghadiri Rapat Koordinasi SATGAS Karhutla di Kodim 1402 Polman, Jalan Mr. Muh. Yamin, Madatte, pada Selasa pagi pukul 08.43 WITA.
Rakor tersebut berfokus pada pembentukan Pos Jaga SATGAS Karhutla guna memperkuat pengawasan wilayah.
Tak berselang lama setelah penanganan di Matakali, laporan Karhutla susulan masuk pada pukul 15.05 WITA di Dusun Lombok, Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung.
Petugas dari Damkar Pos Kecamatan Tinambung langsung bergerak cepat mengamankan lokasi.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kebakaran melahap area seluas 5,21 hektar yang mayoritas ditumbuhi vegetasi liar atau tanaman pakan ternak kambing milik warga.
Penanganan cepat oleh Pos Tinambung berhasil mencegah perembetan api ke area yang lebih luas.
Rangkaian kejadian hari ini langsung terintegrasi dalam sistem pendataan terpadu. Staf Damkar Polman yang diamanahkan sebagai Person in Charge (PIC) Polewali Mandar untuk Satgas Karhutla Sulbar berkolaborasi erat dengan internal UPTD Damkar Polman dan BPBD Polman.
Kolaborasi ini berhasil menyukseskan rekapitulasi data komprehensif periode Januari hingga Agustus 2026, yang mencakup tiga indikator utama :
1. Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
2. Kejadian Kebakaran Pemukiman dan Gedung
3. Pemetaan Kekeringan serta Penyaluran Bantuan Air Bersih.
Seluruh insiden yang terjadi hari ini, baik di Matakali maupun Tinambung, langsung terinput ke dalam sistem pendataan berkelanjutan tersebut.
Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota di lapangan serta sinergi dari instansi mitra.
> “Hari ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan personel kami. Di saat perwakilan regu menghadiri Rakor pembentukan Pos Jaga di Kodim 1402, tim di Pos Induk Matakali dan Pos Tinambung tetap sigap merespons laporan kebakaran di wilayah masing-masing,” ujar Imran, S.IP., M.M.
Imran juga menyampaikan terima kasih atas dukungan jajaran kepolisian dan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
> “Kami mengucapkan terima kasih kepada personel Polres Polman yang turut membantu di lapangan. Insiden di Matakali yang dipicu aktivitas pembakaran arang harus menjadi pelajaran bersama. Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran tanpa pengawasan. Melalui rekapitulasi data yang kami kembangkan bersama BPBD dan Satgas Sulbar, setiap kejadian akan terekam presisi sebagai bahan evaluasi pencegahan ke depan,” tegasnya.

