Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Kampung Pramuka Desa Bontorannu: Magnet Ekonomi Baru dan Simbol Gotong Royong di Bulukumba

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17.02 WIB Last Updated 2026-08-28T10:02:00Z
Gambar: Jalur masuk Kawasan Kampung Pramuka. 28/08/2026 (Dok-Msi)


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,— Suasana di kawasan Kampung Pramuka, Desa Bontorannu, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, mendadak hidup dan berdenyut lebih cepat. Perkemahan umum yang dipusatkan di kawasan ini resmi dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026, dan langsung disambut gelombang antusiasme tinggi dari para peserta Pramuka serta masyarakat luas.

Menjelang sore hari, arus lalu lintas di sekitar lokasi perkemahan tampak padat. Ribuan pengunjung, baik pejalan kaki maupun pengendara, berbondong-bondong memadati area perkemahan untuk menyaksikan kemeriahan acara yang melibatkan total 1.913 peserta dari berbagai sekolah di wilayah Kajang.


Uniknya, denyut kemeriahan ini telah terasa jauh hari sebelum pembukaan resmi. Warga setempat bersama Pemerintah Desa Bontorannu bergotong royong menyiapkan kawasan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang jalur utama kini tertata rapi dengan jajaran lapak warga yang menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan Pramuka, makanan, minuman, hingga kebutuhan dapur sehari-hari.


Prioritas UMKM dan Sinergi Lintas Sektor

Keberhasilan menata kawasan ini tidak lepas dari komitmen kuat Kepala Desa Bontorannu, Arman. Ia menegaskan bahwa peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui pemberdayaan UMKM adalah prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event besar di desanya.


"Peluang ini sengaja kami buka seluas-luasnya bagi masyarakat agar mereka mendapatkan penghasilan tambahan melalui event tahunan ini," ujar Arman.

Sebelum bertransformasi penuh menjadi Kampung Pramuka, wilayah ini juga sukses menjadi pusat rangkaian kegiatan tingkat kecamatan selama 16 hari berturut-turut. Menjadi tuan rumah bagi kawasan perkemahan skala besar tentu bukan hal mudah Arman mengakui bahwa penyediaan infrastruktur dasar—mulai dari ketersediaan lahan yang luas, pasokan air bersih, hingga jaminan keamanan dan kenyamanan—membutuhkan kerja keras serta kolaborasi lintas sektors.


Melalui pendekatan persuasif yang konsisten, pemerintah desa berhasil menyatukan persepsi warga sekitar. Hasilnya, masyarakat Bontorannu menunjukkan empati dan kepedulian sosial yang tinggi, serta siap bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.


Gambar: situasi malam  jalur masuk kawasan perkemahan, direkam 27/8/26 (Dok-ist)

Ketertiban, Keamanan, dan Kenyamanan Pengunjung

Memasuki hari kedua penyelenggaraan, penataan kawasan dan pengaturan jalur akses di lokasi perkemahan terpelihara dengan sangat baik. Para pengunjung dan peserta tampak menikmati suasana dengan nyaman berkat sistem pengaturan yang terstruktur.


Pemerintah desa bersama panitia lokal dan warga setempat secara aktif mengedepankan edukasi kebersihan lingkungan bagi para penjual dan pengunjung. Demi mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas dan zonasi parkir diterapkan secara ketat:


  • Kendaraan Pembina dan Guru: Disediakan area parkir khusus di dalam kawasan perkemahan.
  • Kendaraan UMKM: Ditempatkan pada area khusus agar lapak tetap tertib dan mudah diakses pembeli.
  • Kendaraan Pengunjung Umum: Memiliki kantong parkir tersendiri di luar jalur utama guna memastikan kelancaran mobilitas pejalan kaki.


Di samping itu, pihak kepolisian bersama pemerintah desa mengimbau para peserta dan pengunjung untuk senantiasa waspada terhadap keamanan pribadi. Pengunjung diingatkan agar tidak meninggalkan kunci gantung pada kendaraan serta mengamankan barang-barang berharga di tempat yang aman. Mengingat kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung, warga yang tinggal di sekitar lokasi juga diminta untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, serta mengontrol ketat aktivitas pembakaran sampah guna mencegah potensi kebakaran.


Apresiasi dan Permohonan Maaf Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah, Arman menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersatu padu mensukseskan kegiatan ini, termasuk para pengurus Pramuka ditingkat atas terkhusus Kwartir Ranting Kajang yang telah memilih Desa Bontorannu sebagai Kampung Pramuka.


"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, panitia, dan pihak keamanan. Kehangatan, keramahtamahan, dan semangat kebersamaan warga kita telah menjadi cerminan budaya lokal yang patut dibanggakan," ungkap Arman.


Ia juga menambahkan, di balik suksesnya penyelenggaraan ini, pihak panitia dan pemerintah desa tetap membuka diri terhadap segala masukan. "Sebagai tuan rumah, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kekurangan, kekeliruan, atau keterbatasan fasilitas di lokasi kami. Kami sangat membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik dari semua pihak agar setiap kendala dapat segera diselesaikan demi kelancaran kegiatan adik-adik Pramuka kita," tuturnya.


Pujian dan apresiasi kini mengalir dari berbagai pihak. Sepanjang jalur perkemahan, para pengunjung tampak berbincang santai dan memberikan komentar positif mengenai keramahan warga serta kenyamanan tata ruang yang disajikan, menjadikan Kampung Pramuka Bontorannu bukan hanya sekadar arena perkemahan, tetapi juga destinasi interaksi sosial dan ekonomi yang membanggakan di Kabupaten Bulukumba.(Red-Msi)

×
Berita Terbaru Update