Memasuki hari ke-20 babak penyisihan grup, Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bulukumba konsisten berada di garis depan pelayanan medis selama pertandingan berlangsung. Tim medis ini selalu siaga mengantisipasi berbagai kondisi darurat di lapangan, baik yang dialami oleh para pemain maupun perangkat pertandingan.
Kehadiran PSC 119 merupakan elemen krusial dalam ekosistem pertandingan yang kerap luput dari perhatian skor akhir, namun sangat menentukan keamanan dan ketertiban jalannya laga. Potensi cedera, kelelahan fisik pemain, maupun kendala medis lainnya memerlukan penanganan yang cepat dan profesional, terlebih LPI merupakan ajang pembinaan usia dini bagi para atlet pelajar.
Competition Director LPI Zona Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, yang akrab disapa SAS, menegaskan bahwa pengamanan aspek keselamatan merupakan pilar yang tidak terpisahkan dari pembinaan sepak bola modern.
Hal tersebut diungkapkan SAS saat ditemui di lokasi pertandingan pada 19 September 2026.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari program pembinaan olahraga sepak bola di daerah. Kompetisi bukan hanya bagaimana pertandingan berlangsung dan siapa yang menang, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya berjalan aman, tertib, lancar, dan kompetitif,” ujar SAS.
Menurutnya, dukungan dari PSC 119 membuktikan bahwa penyelenggaraan ajang sepak bola yang profesional memerlukan sinergi lintas sektor. Kompetisi yang sehat tidak hanya mengandalkan skill pemain di lapangan, melainkan membutuhkan sistem pendukung yang tanggap menghadapi berbagai situasi darurat.
“Pemain harus merasa aman ketika bertanding. Perangkat pertandingan juga harus mendapatkan dukungan yang memadai. Karena itu, sinergi dengan PSC 119 sangat penting,” imbuhnya.
SAS menilai konsistensi pengawalan dari PSC 119 turut menjaga standar kualitas penyelenggaraan LPI Volume 4 Zona Wilayah V Bulukumba. Terlebih, intensitas kompetisi yang kian memanas di hari ke-20 membuat tensi di lapangan meningkat, di mana setiap tim berjuang keras mengamankan posisi menuju fase berikutnya.
Dalam situasi dengan intensitas tinggi tersebut, potensi benturan fisik, kelelahan otot, hingga cedera menjadi risiko yang wajib diantisipasi secara cermat. Oleh sebab itu, sektor medis tidak boleh dipandang sebelah mata atau sekadar sebagai pelengkap.
“Ini adalah kompetisi pembinaan. Kita ingin melahirkan pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan, disiplin, mental bertanding, dan sportivitas. Semua itu harus berjalan beriringan dengan perhatian penuh terhadap keselamatan mereka,” tegas SAS.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran PSC 119 Bulukumba atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mengawal jalannya turnamen.
“Terima kasih kepada PSC 119 Bulukumba yang konsisten mengawal pertandingan. Kolaborasi seperti inilah yang membuat ekosistem pembinaan sepak bola di daerah dapat berjalan jauh lebih baik,” pungkasnya.
Lebih dari sekadar memperebutkan kemenangan di atas rumput hijau, LPI Volume 4 Zona Wilayah V Bulukumba menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda—menguji ketangguhan mental, sikap saling menghormati antarlawan, kepatuhan terhadap keputusan wasit, serta penjagaan nilai-nilai sportivitas.
Di balik kemeriahan atmosfer pertandingan dan ambisi tinggi untuk menjadi juara, terdapat kerja sama kolektif dari berbagai pihak yang memastikan kompetisi tetap berada pada koridor yang tepat. Memasuki hari ke-20 ini, PSC 119 Bulukumba kembali membuktikan bahwa dalam sepak bola pelajar, mengawal keselamatan pemain adalah bentuk nyata dalam menjaga masa depan olahraga itu sendiri.

