Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Keresahan Melanda Warga Kajang: Kasus Pencurian Ternak Sapi di Lembang dan Bontorannu Desak Atensi Serius APH

Sabtu, 26 September 2026 | 20.45 WIB Last Updated 2026-09-26T13:45:57Z


SIMPULINDONESIA.com_  BULUKUMBA,— Maraknya kasus pencurian dan hilangnya ternak sapi milik warga di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Situasi ini memicu keresahan mendalam, mengingat sektor peternakan merupakan salah satu pilar ekonomi utama penopang penghidupan warga setempat.

Berdasarkan informasi dan pemantauan di lapangan, aksi kejahatan tersebut kian meresahkan karena terpusat di dua wilayah desa, yakni Desa Lembang dan Desa Bontorannu. Kondisi ini dinilai sudah sangat mendesak untuk segera mendapatkan langkah intervensi serta perhatian serius dari para pemangku kebijakan.

Jeritan Warga: Kerugian Material hingga Hilangnya Rasa Aman
Keresahan masyarakat kini telah mencapai puncaknya. Sejumlah pemilik ternak mengungkapkan kekecewaan dan kerugian materiel yang besar atas hilangnya hewan peliharaan yang selama ini dirawat sebagai tabungan jangka panjang.

"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Sapi-sapi ini bukan sekadar hewan, melainkan hasil kerja keras bertahun-tahun yang kami harapkan bisa membantu biaya pendidikan anak dan kebutuhan mendadak. Kalau terus begini, bagaimana kami bisa tenang bekerja di kebun atau sawah?" ungkap salah seorang warga Desa Bontorannu yang meminta identitasnya dirahasiakan.(26, September 2026)

Warga juga menyoroti perlunya peningkatan pengawasan di jalur-jalur rawan. Mereka menduga aksi kejahatan ini dilakukan oleh pihak-pihak terorganisasi yang memanfaatkan kelengahan warga serta luasnya wilayah geografis perkampungan.


Intensitas kehilangan terpantau semakin meningkat dalam sepekan terakhir. Khusus di wilayah Desa Bontorannu, tepatnya di Dusun Tamalaju, tercatat beberapa ekor sapi milik warga dilaporkan raib digondol maling dalam kurun waktu yang sangat berdekatan.

Menanggapi situasi ini, warga sekitar berinisiatif meningkatkan kewaspadaan secara mandiri, termasuk mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam secara bergiliran demi mengantisipasi aksi susulan.

Keluhan Meluas di Ruang Publik dan Grup Medsos
Gelombang keresahan ini tidak hanya dirasakan langsung oleh para korban, tetapi juga menjelma menjadi perbincangan hangat di ruang-ruang publik. Berbagai keluhan, kekhawatiran, dan seruan kewaspadaan kini ramai disuarakan oleh warganet di berbagai grup percakapan warga, mulai dari WhatsApp Group hingga media sosial lokal.

Di linimasa media sosial, warga secara aktif saling membagikan informasi terkait kejadian kehilangan, modus operandi pelaku, hingga foto-foto dan ciri ternak yang hilang. Banyak warganet yang mendesak agar kasus ini segera diusut secara transparan dan pelakunya segera diringkus, karena dikhawatirkan dapat memicu keresahan yang lebih luas jika dibiarkan berlarut-larut.

Desakan Langkah Konkret untuk Pemerintah dan APH
Melihat eskalasi gangguan keamanan yang kian mengkhawatirkan serta masifnya sorotan di ruang publik, masyarakat Kecamatan Kajang mendesak adanya langkah konkret serta gerak cepat dari pemerintah setempat bersama Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kepolisian Sektor (Polsek) Kajang.

Warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengintensifkan patroli rutin pada malam hari di titik-titik rawan, menyelidiki jaringan sindikat dan penadah, serta mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas. Kehadiran nyata aparat keamanan dan pemerintah sangat dinantikan guna memulihkan stabilitas kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
×
Berita Terbaru Update