Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Dukungan Lintas Sektor Mengalir, 36 Tim Pelajar Berebut Prestasi di Liga Pelajar Indonesia Wilayah V

Rabu, 02 September 2026 | 01.08 WIB Last Updated 2026-09-01T18:08:57Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Sebanyak 36 tim pelajar dari Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai resmi mulai memperebutkan panggung prestasi di ajang Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Wilayah V Bulukumba. Kompetisi bergengsi ini resmi bergulir di Stadion Mini Bulukumba, Selasa (1/9/2026).

​Penyelenggaraan LPI 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak lintas sektor. Kehadiran Kapolres Bulukumba, AKBP Stefhanus Lukito, di tengah-tengah acara pembukaan menjadi wujud nyata sinergi dan bentuk support penuh terhadap keamanan serta kelancaran kegiatan pembinaan generasi muda ini.

​LPI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu strategi dan mengejar kemenangan di lapangan hijau. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi ruang pembinaan berjenjang sekaligus panggung unjuk gigi bagi pelajar yang memiliki bakat olahraga, khususnya sepak bola.

​Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah V Bulukumba, H. Arafah, mengungkapkan bahwa LPI memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan potensi siswa.

​Menurutnya, kompetisi tersebut harus dilihat sebagai bagian integral dari proses pembinaan pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga agar dapat terarah dengan baik.

​“LPI 2026 merupakan bagian penting bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola,” ujar H. Arafah dalam sambutannya saat pembukaan kompetisi.

​Ia juga menilai dukungan dari pihak sekolah menjadi salah satu faktor penentu agar potensi siswa tidak berhenti pada aktivitas akademik semata, melainkan terus berkembang melalui kegiatan olahraga yang kompetitif dan berkelanjutan.

​Semangat tinggi tersebut langsung tersaji pada laga pembuka yang mempertemukan tim SMKN 11 dan SMAN 15 Bulukumba. Kedua kesebelasan tampil agresif sejak menit awal dalam pertandingan berdurasi 2 x 35 menit.

​Jual beli serangan terjadi sepanjang laga. Namun, rapatnya lini pertahanan serta minimnya penyelesaian akhir yang matang membuat kedua tim gagal mengonversi peluang menjadi gol.

​Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.

​Meski berakhir tanpa gol, duel pembuka tersebut sukses menjadi penanda dimulainya persaingan ketat di antara 36 tim pelajar di Wilayah V. Mereka tidak hanya membawa misi meraih kemenangan, tetapi juga menguji hasil latihan dan pembinaan yang selama ini dijalani di sekolah maupun klub masing-masing.

​Ketua Steering Committee LPI 2026, Saiful Alief Subarkah yang akrab disapa SAS, dalam laporan panitia menyebutkan bahwa peserta tahun ini berasal dari tiga kabupaten tetangga.

​Menurut Saiful, besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya animo terhadap sepak bola pelajar, sekaligus memperlihatkan potensi pembinaan usia dini yang terus tumbuh subur di wilayah tersebut.

​Kendati demikian, ia menegaskan bahwa membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda yang ideal tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat agar pembinaan berjalan konsisten.

​“Untuk membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda, perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga keuangan dan perbankan serta pelaku usaha yang ada di Bulukumba,” kata Saiful.

​Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan atlet muda, baik dari sisi penyediaan kompetisi yang sehat, fasilitas memadai, maupun keberlanjutan program jangka panjang.

​Di lapangan, kompetisi ini menjadi kawah candradimuka untuk mengasah kemampuan teknis para pemain. Di saat yang sama, mereka dituntut membangun karakter tangguh melalui disiplin, kerja sama tim, rasa tanggung jawab, sportivitas tinggi, serta kemampuan mengelola tekanan mental.

​Pesan tegas mengenai pentingnya sportivitas turut disampaikan Kapolres Bulukumba, AKBP Stefhanus Lukito. Ia meminta seluruh peserta dan pendukung untuk menjadikan sikap fair play sebagai fondasi utama sepanjang kompetisi berlangsung.

​Menurutnya, ambisi untuk memenangkan pertandingan tidak boleh merusak rasa hormat kepada lawan ataupun mengabaikan aturan permainan yang berlaku.

​“Lapangan harus menjadi tempat menguji kemampuan, skill, dan mental bertanding secara sehat, bukan ruang untuk melampiaskan emosi atau perselisihan,” tegasnya.

​Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bulukumba, Muhammad Daud Kahal, yang hadir mewakili Bupati Bulukumba, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya LPI Volume 4 Wilayah V ini.

​Ia menilai kompetisi olahraga antar-pelajar memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi lahirnya talenta-talenta pesepak bola berprestasi dari daerah.

​Acara pembukaan yang meriah ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba Hj. Hamrina A. Muri, Ketua KONI Bulukumba A. Hamka, Sekretaris PSSI Bulukumba Muhammad Akmal, Kapolsek Ujungbulu AKP Rudy Adri beserta jajaran, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gantarang yang bertugas sebagai pembaca doa, para kepala sekolah, guru pendamping, tim peserta, serta tamu undangan terhormat lainnya.

​Kini, setelah seremoni pembukaan usai, fokus beralih sepenuhnya ke atas lapangan hijau.

​Sebanyak 36 tim siap adu skill dalam rangkaian jadwal pertandingan demi menjaga konsistensi, menguji kualitas permainan, dan membuktikan kapasitas terbaik mereka.

​Bagi para pemain muda, LPI bukan sekadar soal trofi kemenangan atau kekalahan. Ini adalah panggung emas untuk menunjukkan bakat terbaik, menempa mental juara, dan membuka jalan lebar menuju jenjang prestasi sepak bola yang lebih tinggi.

​Bola resmi bergulir, dan panggung prestasi pelajar di Wilayah V Bulukumba kini terbuka lebar.


×
Berita Terbaru Update