Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Berlangsung Kondusif, Polres Bulukumba Sukses Kawal Unras Aliansi Masyarakat Terkait Konflik Agraria Hutan Anrang

Selasa, 08 September 2026 | 12.56 WIB Last Updated 2026-09-08T05:56:03Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA — Jajaran Polres Bulukumba bersama unsur polsek sektor jajaran berhasil mengamankan dan mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pejuang Kemanusiaan bersama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba. Aksi tersebut dipusatkan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba pada Senin (7/9/2026).

​Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 13.00 Wita ini diikuti oleh lebih dari 100 warga yang berasal dari tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Rilau Ale, Kindang, dan Gantarang.

​Dalam aksinya, massa menyuarakan aspirasi terkait persoalan konflik agraria yang berkaitan dengan rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Bulukumba. Lokasi yang direncanakan tersebut berada di kawasan Hutan Anrang, yang selama ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu poin penolakan utama yang disuarakan massa adalah agar rencana pembangunan di areal kawasan hutan tersebut ditinjau kembali.

​Pengamanan Terpadu dan Humanis

​Guna memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib, Polres Bulukumba mengerahkan personel gabungan yang terdiri atas anggota Polres Bulukumba, Polsek Rilau Ale, Polsek Ujung Bulu, Polsek Kindang, Polsek Gantarang, serta didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba.

​Pengamanan aksi ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bulukumba, Kompol A. Akbar Munir, S.H., S.E., M.M. Turut serta di lapangan mendampingi pengamanan yakni Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, S.H., Kapolsek Rilau Ale AKP Muh. Riad, S.Sos., Kapolsek Kindang Iptu Hendra Yunus, S.H., serta Plt. Kapolsek Gantarang AKP H. Hamsah, S.H.

​Selain pengamanan di titik aksi, jajaran kepolisian juga memberikan pelayanan pengawalan melekat sejak awal. Rombongan kendaraan peserta unjuk rasa mendapatkan pengawalan ketat dari personel Polsek Rilau Ale sejak keberangkatan dari wilayah Kecamatan Rilau Ale hingga tiba dengan selamat di Gedung DPRD Bulukumba.

​Berjalan Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP)

​Setibanya di lokasi, massa secara bergantian menyampaikan orasinya di depan gedung dewan. Setelah menyampaikan tuntutan secara terbuka, perwakilan massa aksi yang telah ditunjuk kemudian diarahkan menuju ruang sidang paripurna DPRD Bulukumba untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak pimpinan serta anggota DPRD Bulukumba dan instansi terkait.

​Rangkaian kegiatan unjuk rasa dan RDP tersebut akhirnya rampung pada pukul 16.00 Wita. Usai agenda RDP selesai, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan lokasi menuju kediaman masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dalam situasi yang aman, lancar, kondusif, dan terkendali.

​Apresiasi dari Kepolisian

​Kapolres Bulukumba melalui Kabag Ops Kompol A. Akbar Munir menegaskan bahwa pengawalan dan pengamanan aksi unjuk rasa ini merupakan wujud nyata pelayanan prima Kepolisian dalam menjamin hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

​"Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif," ujar Kompol Akbar Munir.


​Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang telah menjalankan tugas pengamanan secara profesional, humanis, serta penuh tanggung jawab sehingga tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

​"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan. Terima kasih yang sama juga kami sampaikan kepada seluruh peserta aksi atas kerja samanya dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib," ungkapnya.

​Lebih lanjut, Kompol Akbar Munir menilai bahwa sinergi yang baik antara pihak kepolisian, peserta aksi, unsur DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama terciptanya situasi yang harmonis selama aksi berlangsung.

​"Perbedaan pendapat merupakan bagian yang wajar dari dinamika masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh aspirasi dapat disalurkan secara damai tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan bersama," pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update