SIMPULINDONESIA.com_Bulukumba — Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Program yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Jumat (30/7/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Urais, Dr. H. Abd. Gaffar membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sejumlah catatan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kinerja Bidang Urais selama tahun 2026 maupun tahun sebelumnya.
Dalam arahannya, Dr. Abd. Gaffar mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti rapat evaluasi dengan penuh perhatian sehingga setiap hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan program kemasjidan yang selaras dengan kebijakan dan arahan terbaru Menteri Agama.
Menurutnya, pengelolaan masjid harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat melalui program-program yang lebih inovatif dan memberikan manfaat yang luas.
Selain itu, Dr. Abd. Gaffar turut menyoroti Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI). Ia menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil menempati peringkat keempat nasional diluar pulau jawa sebagai daerah dengan jumlah pembaca terbanyak.
Meski demikian, ia berharap program tersebut terus disosialisasikan agar pemanfaatannya semakin meningkat di kalangan keluarga besar Kementerian Agama maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Dr. H. Abdul Rafik, para Ketua Tim Pokja lingkup Bidang Urais, Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, serta peserta rapat dari tiga kabupaten.
Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Muhammad Yunus Muin, Ketua Tim Kemasjidan Kanwil Kemenag Sulsel, memaparkan sejumlah program prioritas bidang kemasjidan. Ia menekankan pentingnya pengembangan dua program strategis yang dinilai belum banyak diterapkan oleh masjid, yakni penguatan ekonomi umat berbasis masjid dan program kesehatan masyarakat melalui masjid.
Menurutnya, kedua program tersebut perlu segera diwujudkan melalui sinergi antara pengurus masjid dengan berbagai pihak terkait. Untuk program kesehatan, misalnya, masjid didorong menjalin kerja sama dengan instansi kesehatan maupun lembaga kemanusiaan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ekonomi umat dari masjid harus diadakan dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial masjid," tegas H. Yunus.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang Penyuluh Agama Islam KUA Bontobahari, Abd. Halim Amsur, menyambut baik program kesehatan masyarakat berbasis masjid, khususnya kegiatan donor darah.
Usai kegiatan, Halim mengutip penyampaian Bupati Bulukumba yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Bulukumba mengenai kebutuhan darah di Bulukumba yang mencapai sekitar 400 kantong setiap bulan, sementara pemenuhannya baru sekitar 40 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan jumlah pendonor.
Menurut Halim, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan donor darah secara rutin.
Ia menyebutkan bahwa di Bulukumba telah terdapat beberapa masjid melalui kerjasama PMI yang secara aktif menyelenggarakan donor darah, di antaranya Masjid ICDT, Masjid Agung Bulukumba, Masjid Pejuang Subuh, serta Masjid Kapal Munzalan (Masjid Munzalan Mubarakan Bulukumba) yang melaksanakan kegiatan donor darah setiap dua bulan sekali.
Sebagai mitra penyuluhan, Halim menjelaskan bahwa Masjid Kapal Munzalan telah melaksanakan kegiatan donor darah sebanyak 16 kali sejak pertama kali digelar pada 15 Agustus 2022, sebagai bentuk kontribusi nyata masjid dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia berharap program serupa dapat direplikasi oleh KUA atau penyuluh agama di setiap kecamatan melalui kolaborasi dengan PMI, pemerintah daerah, maupun lembaga terkait, sehingga semakin banyak masjid yang berperan aktif dalam pelayanan sosial kemasyarakatan.
"Melalui KUA di setiap kecamatan, kita dapat membangun sinergi dengan PMI dan berbagai pihak untuk menyelenggarakan donor darah di masjid-masjid yang representatif. Silakan dikomunikasikan melalui pengurus PMI atau dapat pula diinformasikan ke saya," ujar Halim yang juga merupakan anggota PMI Kabupaten Bulukumba.



