Rangkaian kegiatan Damkar Polman mengawali hari pada pukul 10.30 WITA, di mana personel yang tergabung dalam Regu C dan staf, dipimpin langsung Kepala UPTD melaksanakan kegiatan Sosialisasi, Simulasi, dan Pencegahan Kebakaran di RSUD Andi Depu, Jl. Dr. Ratulangi No. 50, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali.
Edukasi ini menyasar para staf dan manajemen rumah sakit guna memperkuat sistem tanggap darurat internal pada objek vital. Seluruh peragaan taktis, mulai dari pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga skenario evakuasi jalur penyelamatan, terlaksana dalam keadaan aman dan lancar.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, bapak Imran, S.IP., M.M., memberikan pernyataan resmi terkait urgensi kegiatan mitigasi ini sekaligus menegaskan komitmen pergeseran pasukan ke area water rescue.
"Rumah sakit adalah fasilitas publik dengan tingkat kerentanan tinggi. Melalui simulasi bersama Regu C ini, kami memastikan kesiapan seluruh elemen RSUD Andi Depu dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran secara mandiri dan cepat, mengingat kejadian kebakaran rumah sakit terjadi baru baru ini di Provinsi Tetangga. Namun, tugas kemanusiaan kami hari ini tidak berhenti di sini. Usai situasi di RSUD dipastikan kondusif, personel Posko Induk langsung kami geser total untuk memperkuat Tim SAR Gabungan dalam operasi penyelamatan air pencarian anak hilang di Campalagian," tegas Imran, S.IP., M.M.
Sore harinya, personel Damkar Polman langsung membaur bersama tim gabungan yang terdiri dari Polres Polman, Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor, Sat Polairud, Polsek Campalagian, Basarnas, dan BPBD.
Kehadiran armada dan tim rescue Damkar ini bertujuan memaksimalkan pencarian dua anak yang hanyut di Sungai Maloso, Dusun Kontar, Desa Botto, Kecamatan Campalagian.
Peristiwa pilu itu sendiri terjadi pada Jumat (5/6/2026) kemarin sekitar pukul 11.00 WITA.
Berdasarkan data yang dihimpun, petaka bermula saat lima anak bermain di sekitar sungai. Tiga di antaranya, yakni FR (8), MD (8), dan AH (8) turun untuk mandi dan berenang, hingga akhirnya terseret arus sungai yang deras.
Warga yang mendapat laporan dari rekan korban sempat bergegas melakukan pencarian awal, namun hanya menemukan pakaian dan sandal korban di tepi sungai.
Pada pencarian hari pertama (Jumat), satu korban atas nama FR (8) berhasil ditemukan warga di wilayah Dusun Berampa, Desa Katumbangan dalam kondisi meninggal dunia dan kini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Memasuki hari kedua pencarian pada Sabtu ini, Tim SAR Gabungan termasuk unit penyelemat dari Damkar Polman terus menyisir aliran Sungai Maloso menggunakan perahu karet demi menemukan dua korban lainnya, yakni MD (8) dan AH (8) yang masih dinyatakan hilang.
Personel gabungan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan untuk memberikan kepastian bagi pihak keluarga.
Laporan : Ahmad Laden, Damkar Polman Regu C


