SIMPULINDONESIA.com_Bulukumba – Komunitas Cahaya Islami (KCI) menggelar pengajian rutin yang dirangkaikan dengan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Masjid Agung Kabupaten Bulukumba, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang tampak antusias menambah wawasan dan keterampilan mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Ketua Komunitas Cahaya Islami, Nuraeni Masali, didampingi Sekretaris KCI, Andi Rafiga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang merupakan keluarga besar KCI.
"Terima kasih kepada bunda-bunda salehah yang telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk hadir dalam kegiatan ini," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Nuraeni juga menyampaikan harapan dan mengajak seluruh jamaah untuk turut mendoakan serta mendukung rencana renovasi plafon Masjid Agung Bulukumba yang dinilai sudah mendesak untuk dilakukan.
"Mohon doa dan dukungannya dari seluruh bunda-bunda agar renovasi plafon Masjid Agung yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan dapat segera terlaksana," katanya.
Ajakan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang mengaminkan harapan tersebut sambil menoleh ke arah bagian plafon masjid yang mengalami kerusakan.
Hadir sebagai narasumber, Hj. Nuraeni, S.Pd.I., penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujung Bulu. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tata cara penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman sesuai syariat Islam.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Bulukumba yang juga Penyuluh Agama Islam, Abd. Halim Amsur, S.Pd.I., M.Pd.
Mewakili Ketua DKM Masjid Agung Bulukumba, Halim menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota KCI atas perhatian, dukungan, dan pendampingan yang selama ini diberikan kepada pengurus masjid.
"Teruslah mendampingi kami, Bunda. Apalagi ini dalam urusan kebaikan dan kemaslahatan umat. Semoga setiap langkah dan kontribusi yang diberikan bernilai ibadah di sisi Allah SWT," tuturnya.
Dalam sambutannya, Halim juga menekankan pentingnya pelatihan penyelenggaraan jenazah sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan sekaligus tanggung jawab sosial umat Islam.
"Di tengah masyarakat, sering kali kita menjumpai orang tua yang bangga menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan yang tinggi. Tentu hal itu patut disyukuri. Namun yang perlu menjadi renungan bersama adalah ketika orang tua meninggal dunia, justru pengurusan jenazahnya dilakukan oleh orang lain karena anak-anaknya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar tentang penyelenggaraan jenazah," ungkapnya.
Menurut Halim, ilmu penyelenggaraan jenazah merupakan salah satu pengetahuan dasar yang penting dimiliki setiap muslim sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada keluarga dan sesama.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam melaksanakan fardu kifayah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat ketika dibutuhkan.
Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, serta mempraktikkan beberapa tahapan penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Kegiatan ini Halim menambahkan, menjadi salah satu bentuk edukasi keagamaan yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari ilmu-ilmu praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan, termasuk ilmu penyelenggaraan jenazah sebagai bagian dari pelaksanaan fardu kifayah.

