Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Antrean Mengular, Dugaan Mafia BBM Menggurita di SPBU Saranani Kendari

Selasa, 02 Juni 2026 | 15.03 WIB Last Updated 2026-06-02T08:03:43Z

Gambar : Mobil yang memuat BBM Bersubsidi menggunakan jerigen di SPBU Saranani Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Praktik dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat. Selasa (02/06/2026).


Kali ini, sorotan tertuju pada SPBU Saranani yang berlokasi di Jalan Saranani Nomor 18A, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.


SPBU tersebut diduga kuat melayani pembelian BBM bersubsidi secara tidak wajar, termasuk indikasi pengisian menggunakan jerigen dalam jumlah besar yang memicu antrean panjang dan merugikan masyarakat umum.


Sejumlah warga mengeluhkan lamanya antrean yang diduga bukan semata karena tingginya permintaan, melainkan akibat praktik-praktik yang tidak transparan di dalam area SPBU.


Salah satu warga yang ikut mengantre mengungkapkan kecurigaannya setelah melihat langsung aktivitas mencurigakan di lokasi.


“Tadi saya ngantri kenapa lama sekali, dia arahkan saya keseblah, saya bilang kenapa itu lama sekali di depan saya cek dulu, baru dia tidak aktifkan kilometernya itu toh ternyata dia isi jerigen dulu di dalam,” ujarnya.


Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya permainan terstruktur dalam distribusi BBM subsidi. 


Warga tersebut bahkan mengaku sempat mencoba mendokumentasikan kejadian tersebut, namun upayanya gagal setelah kendaraan yang diduga terlibat langsung melarikan diri.


“Pas saya mau foto, mobil tersebut kabur, petugas SPBU dia minta maaf ke saya, ternyata ini pemainnya semua ini petugas-petugas SPBU,” jelasnya.


Jika benar adanya, praktik ini tidak hanya melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi, tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan mafia BBM yang selama ini menjadi persoalan laten di berbagai daerah.


Dampak paling nyata dirasakan langsung oleh masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat BBM subsidi. 


Alih-alih mendapatkan akses yang mudah dan cepat, mereka justru dipaksa menunggu lebih lama akibat dugaan praktik curang tersebut.


“Harapannya, kami sebagai masyarakat terganggu dengan keadaan-keadaan seperti itu, tadinya kan bisa antri cepat tapi dengan adanya seperti ini, kita jadi antrinya lama,” tutupnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU Saranani maupun instansi terkait. 


Namun, desakan publik semakin menguat agar aparat penegak hukum dan otoritas pengawas energi segera turun tangan mengusut dugaan praktik mafia BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat luas.


×
Berita Terbaru Update