Dipimpin langsung oleh ketuanya, Iwan Kurniawan, rombongan bergerak menyisir jalanan kota hingga pelosok untuk mengantarkan paket Ramadhan. Kegiatan ini tidak dilakukan di satu titik, melainkan dengan mendatangi langsung (door-to-door) empat panti asuhan, yakni:
- Panti Asuhan Ar-Riyad
- Panti Asuhan Ihyaun Nufus
- Panti Asuhan Sa'adatul Bana'at Aisyiah
- Panti Asuhan Darul Ijtihad
Sentuhan Personal: Mendengar dan Merasakan
Berbeda dengan sekadar penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan kali ini terasa lebih hangat karena para anggota komunitas menyempatkan diri duduk melantai, bercengkrama, dan mendengarkan cerita dari anak-anak panti. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan juga bentuk dukungan moral bagi mereka.
Ketua Gardu Panrita Lopi, Iwan Kurniawan, tampak emosional saat menyapa anak-anak di Panti Asuhan Sa'adatul Bana'at. Baginya, kegiatan ini adalah cara "membersihkan hati" di sela rutinitas mereka sebagai penghobi domino.
"Kami mungkin sering terlihat sibuk di depan kartu, beradu strategi dan tawa di meja domino. Namun hari ini, kami ingin melepas semua itu untuk berdiri di sini sebagai kakak, orang tua, dan sahabat bagi adik-adik sekalian. Melihat senyum kalian adalah kemenangan yang jauh lebih berarti daripada memenangkan pertandingan manapun," ujar Iwan Kurniawan dengan nada rendah yang menyejukkan.
"Kami sengaja datang langsung ke panti-panti ini karena kami ingin merasakan hembusan doa dari kalian. Kami ingin memastikan adik-adik tahu bahwa kalian tidak sendiri; ada kami, komunitas Domino, yang selalu peduli dan siap berbagi kebahagiaan di bulan yang suci ini."
Menghapus Stigma Melalui Aksi Nyata
Aksi sosial ini sekaligus menjadi penegas bahwa komunitas hobi seperti domino memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kehadiran Gardu Panrita Lopi di tengah-tengah anak yatim piatu menjadi bukti bahwa solidaritas di meja permainan dapat dikonversi menjadi gerakan kemanusiaan yang nyata.
Paket Ramadhan yang dibagikan terdiri dari kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu operasional panti selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri mendatang.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, mengakhiri perjalanan sosial yang penuh haru dan makna di hari ke-26 Ramadhan 1447 H ini.
