
Bermacam spekulasi pemikiran cerita yang berkembang dalam menanggapi permasalahan tersebut. Persoalan keributan itu yang kini viral di media sosial dan menjadi sorotan. Pro dan kontra pun mewarnai atas kejadian tersebut.
Ada yang menduga insiden ini sengaja dikait-kaitkan dengan isu masalah PT PMM. Mengingat lokasi kejadian di dekat gudang PT PMM.
Namun, di balik permasalahan tersebut, ada juga yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan pihak PT PMM
Pemilik PT PMM, Kuncoro melalui Penasehhat Hukum (PH) nya, Poltak Silitonga, S.H, M.H akhirnya angkat bicara.
Poltak membantah keras bahwa pertikaian tersebut ada hubungannya dengan PT. PMM dan jangan dikait-kaitkan dengan PT PMM.
Dalam pernyataannya lewat wawancara khususnya kepada SimpulIndonesia.com, (8/3/2026) Poltak menegaskan bahwa insiden itu tidak ada kaitan dan hubungannya dengan PT. PMM.
Pertengkaran yang terjadi murni konflik antara salah satu oknum Satgas Tricakti yang mengalami permasalahan dengan masyarakat sekitar gudang PT. PMM Air Anyir. Bukan dengan pihak PT. PMM sebagaimana dugaan pertikaian seperti yang ramai diperbincangkan.
"Saya ingin menegaskan bahwa kejadian ini murni antara salah satu oknum Satgas Tricakti yang mengalami permasalahan dengan masyarakat sekitar gudang PT. PMM Air Anyir. Dan berimbas kejadian dengan adanya pemukulan terhadap wartawan. PT. PMM. Jadí tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini,' ungkap Poltak.
Poltak kembali menegaskan bahwa para pelaku pemukulan terhadap 3 orang wartawan bukan lah karyawan PT. PMM melainkan Pekerja outsourcing
Hanya saja, Poltak mengungkapkan dari keterangan ia dapati bahwa awal nya diduga ada salah satu oknum Satgas Tricakti yang mengalami permasalahan dengan warga sekitar gudang PT PMM Air Anyir. Meski insiden ini telah menimbulkan kegaduhan, tapi sempat diselesaikan.
Penyampaian permohonan maaf dari pihak Satgas Tricakti pun telah disampaikan kepada masyarakat Air Anyir, khususnya yang terganggu dengan kejadian tersebut.
Pemukulan terhadap wartawan
Setelah itu, salah satu security PT PMM mempertanyakan ada satu unit mobil milik jurnalis di bolak-balik di depan gudang PT PMM.
Lalu jurnalis tersebut membantah kalau mereka bolak-balik di depan gudang penyimpanan PT PMM.
Lalu hadir 2 jurnalis yaitu Dedy Wahyudi dari media beritafakta.com
Frendy Primadana alias Dana dari media (TV One News) dan Wahyu Kurniawan dari media Suarapos.com yang mendatangi gudang PT PMM.
Lalu meminta keterangan kepada pihak keamanan gudang terkait ada nya konflik masyarakat dengan oknum satgas.
Setelah itu salah satu jurnalia tiba-tiba foto kendaraan truck yang mau keluar dari gudang milik PT PMM. Sopir truck tersebut merasa tidak senang denganť7 jurnalis yang memfoto kendaraan truck yang di kendaraai nya.
Potak menyebutkan kejadian keributan itu karena sopir ini merasa terganggu dan terancam dengan intimidasi photo-photo.
Kemudian yang kedua, sebelumnya pagi-pagi terjadi gesekan antara Satgas Tricakti dengan masyarakat setempat. Dari sini lah rasa ketakutan dari sopir truck ini. Takut photo diberikan kepada Satgas.
Karena asumsi masyarakat satgas ini adalah hal-hal yang menakutkan. Terutama para pekerja tailing tadi. Apa kedengaeannya didalam mobil ada minuman keras.
Dari sini lah rasa ketakutan dari sopir truck ini. Takut photo diberikan kepada Satgas.
Tidak mau damai
Potak menyebutkan entah kenapa di wa pengacara nya ke beliau bahwa si korban tidak mau berdamai.
"Saya sudah bilang gak apa-apa itu uang pribadi pak Kuncoro nanti yang membayar untuk pengobatan. Walaupun yang melakukan itu sopir dan satpam," tukas Potak.
"Kalau minta biaya dari mereka, ya dari mana lah. Tapi karena kita ada rasa kemanusiaan, tentu diselesaikan lah secara kekeluargaan. Ini kan cuma salah paham. Jadi kita tawarkan lah Restorative Justice (Keadilan Restoratif)," ujar Potak seraya menyebutkan tadi ada jawaban kepada kita bahwa mereka tidak mau berdamai dan lanjut ke Pengadilan.
PT PMM ucapkan permintaan maaf kepada jurnalis yang menjadi korban pemukulan oleh sopir truck gudang perusahaan, kejadian tersebut adalah miss komunikasi antara jurnalis dan pihak keamanan gudang Perusahaan PT PMM dan sopir truck.
Berencana Lapor ke Dewam Pers
Atas pemberitaan yang dianggap sepihak dan lebih menyudut PT PMM, menurut rencana PT PMM melalui pengacara nya akan melaporkan ke media Dewan Pers.
Sementara dari keterangan yang diperoleh dari pihak PT PMM bahwa yang ribut tersebut adalah para pekerja outsourcing.
Pekerja outsourcing adalah setiap orang yang bekerja pada perusahaan penyedia tenaga outsourcing dengan menerima upah atau imbalan yang kemudian oleh perusahaan penyedia tenaga outsourcing tersebut dialihkan kepada perusahaan kerja dengan Babel.(Aimy).



