Regu C UPTD Damkar menerima laporan kemunculan seekor ular hitam di area Pondok Pesantren Al-Jariyah, Patampanua, Kecamatan Matakali, sekitar pukul 11.41 Wita.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penyisiran dan berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman tanpa menimbulkan kepanikan di lingkungan ponpes. Operasi dinyatakan selesai tak lama setelah evakuasi dilakukan.
Kepala UPTD Damkar Polman, Imran S.IP., M.M., mengatakan bahwa laporan mengenai kemunculan satwa liar, terutama ular, cenderung meningkat pada periode akhir tahun saat curah hujan tinggi dan habitat alami banyak terganggu.
"Akhir tahun adalah periode berisiko. Cuaca ekstrem mendorong satwa mencari tempat kering dan hangat seperti pekarangan rumah, gudang, hingga lingkungan pesantren. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” ujar Imran.
Dokumen resmi Kemendagri, BNPB, dan BMKG menunjukkan bahwa Indonesia memasuki puncak musim hujan November 2025 - Februari 2026, dengan dominasi bencana hidrometeorologi 99% seperti banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, tanah longsor, hingga kemunculan satwa liar yang berpindah habitat.
Di berbagai daerah, apel kesiapsiagaan telah digelar untuk mengantisipasi potensi bencana, salah sagunya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Pemerintah pusat juga menekan seluruh daerah untuk :
1. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat
2. Mengaktifkan posko kebencanaan
3. Memastikan layanan darurat dapat diakses cepat oleh warga.
Merespons kondisi itu, Damkar Polman memperkuat kesiapsiagaan personelnya pada seluruh pos, termasuk Pos Markas Besar Matakali, Pos Kec. Wonomulyo, Pos Kec. Campalagian, dan Pos Kec. Tinambung.
Imran menegaskan bahwa Damkar tidak hanya bertugas menangani kebakaran, tetapi juga seluruh bentuk kedaruratan publik, mulai dari evakuasi hewan, penanganan bahan berbahaya, pertolongan kecelakaan, hingga bantuan warga saat terdampak banjir atau tidak dapat bergerak karena sakit.
"Kami sarankan warga menyimpan nomor Damkar yang mudah dijangkau. Begitu ada kondisi darurat, segera hubungi kami. Tindakan cepat sering kali menentukan keselamatan,” ujarnya.
UPTD Damkar Polman kembali mengingatkan bahwa periode penghujung tahun selalu menjadi fase krusial.
Selain risiko kebakaran rumah akibat korsleting di musim lembap, intensitas curah hujan ekstrem juga berpotensi memicu masuknya satwa berbisa ke wilayah permukiman.
“Langkah kecil seperti membersihkan halaman, menutup celah rumah, memastikan drainase lancar, dan menghindari menimbun sampah bisa membantu menurunkan risiko,” tambah Imran.
Dengan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, Damkar Polman menegaskan komitmennya untuk siaga penuh sepanjang 24 jam, setiap hari.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor bila menemukan :
2. Kebakaran rumah atau lahan
3. Potensi korsleting listrik
4. Mondisi kedaruratan lainnya.
“Keselamatan warga adalah prioritas kami,” tutup Imran.
Sumber : Humas UPTD Damkar Polman



