Pesan tersebut disampaikan JK saat menerima kunjungan silaturahmi Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin, bersama jajaran pimpinan pusat di kediamannya di Jakarta. Pertemuan strategis ini sekaligus menjadi rangkaian persiapan menjelang Muktamar V Wahdah Islamiyah.
Fokus pada Solusi Konkret Umat
Dalam arahannya, JK menekankan agar organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau wacana semata. Menurutnya, ormas Islam harus hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan konkret yang dihadapi umat.
"Ormas perlu punya perhatian pada persoalan umat. Tidak cukup hanya dengan seminar, tetapi harus ada langkah nyata," ujar JK.
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pentingnya mendongkrak kemandirian ekonomi umat. Ia menilai jumlah pengusaha Muslim di Indonesia masih perlu diperbanyak agar semakin banyak masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan mampu menunaikan zakat. "Mari perbanyak muzakki," imbuhnya.
Sebagai solusi taktis, JK mengemukakan gagasan "satu rumah satu pengusaha". Konsep ini dapat dikembangkan melalui prinsip deret ukur agar jumlah wirausahawan dalam satu keluarga terus berlipat ganda, sehingga umat Islam tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan penggerak ekonomi.
Integrasi Ekonomi, Sains, dan Teknologi
Selain penguatan ekonomi, JK mengingatkan agar kemajuan tersebut berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menilai salah satu tantangan terbesar dunia Islam saat ini adalah ketergantungan pada pihak lain dalam hal teknologi strategis.
Oleh karena itu, institusi pendidikan Islam, termasuk pesantren, diminta agar adaptif terhadap perkembangan zaman. Lembaga pendidikan juga didorong agar lebih berorientasi pada kebutuhan riil dunia kerja, salah satunya dengan memperbanyak sekolah vokasi ketimbang fokus mendirikan universitas.
"Bergeraklah dengan prinsip agama, sesuai dengan kondisi zamannya," tegas JK, menekankan pentingnya sinergi antara nilai keislaman dan keterampilan praktis.
Perhatian pada Pelayanan Masjid
Dalam kesempatan yang sama, JK turut menyoroti hal-hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari umat, seperti manajemen dan fasilitas masjid. Ia mengingatkan pentingnya kenyamanan akustik—seperti kualitas sound system—serta kebersihan lingkungan masjid sebagai bagian dari pelayanan prima kepada jamaah.
Rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah
Silaturahmi ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Muktamar V Wahdah Islamiyah.
Agenda akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Sementara itu, seremoni pembukaan akan dihelat di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Nasional serta Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an.
Muktamar V ini diharapkan mampu melahirkan gagasan serta program kerja konkret yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan, ekonomi, teknologi, dakwah, dan pelayanan umat secara berkelanjutan.
Laporan: Humas Muktamar V WI

