Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Diana Sosianty, Sampaikan Terima Kasih dan Apresiasi atas Perjuangan Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari

Senin, 17 Agustus 2026 | 22.42 WIB Last Updated 2026-08-21T15:43:32Z



SIMPULINDONESIA.com_Bonto Bahari — Rangkaian pelaksanaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Bonto Bahari dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 telah dilalui dengan penuh perjuangan, kedisiplinan, kebersamaan, doa, dan dukungan dari berbagai pihak.

Di balik suksesnya pelaksanaan pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih, terdapat proses panjang yang dilalui para peserta Paskibraka, mulai dari seleksi, latihan, pembinaan, persiapan hingga pelaksanaan tugas pada puncak peringatan kemerdekaan.

Atas seluruh proses tersebut, Diana Sosianty, SPI, yang akrab disapa “Bunda Paskib”, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, perhatian, semangat, serta doa kepada para peserta Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari.

“Bunda menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, seluruh elemen masyarakat, pemerintah, para sahabat, serta khususnya para orang tua yang telah memberikan support dan doa kepada anak-anak kita selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Paskibraka,” ungkap Diana Sosianty.

Menurutnya, keberhasilan para peserta menjalankan amanah sebagai Paskibraka tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Orang tua, pemerintah, panitia, pelatih, pembina, petugas kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan kekuatan dan semangat kepada para peserta.

Formasi Pinisi, Simbol Karakter Maritim Bonto Bahari
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari tahun 2026 adalah konfigurasi peserta Paskibraka yang membentuk kapal pinisi.

Formasi tersebut menjadi sebuah simbol yang sarat makna, terlebih Bonto Bahari memiliki identitas yang kuat sebagai wilayah pesisir dan masyarakat yang dekat dengan tradisi kemaritiman.

Konfigurasi kapal pinisi pada tahun 2026 juga menjadi pembeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, konfigurasi peserta Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari berbentuk burung Garuda, sedangkan tahun ini ditampilkan dalam bentuk kapal pinisi.

Bagi Diana Sosianty, perubahan konfigurasi tersebut bukan hanya persoalan bentuk atau tampilan dalam sebuah upacara, tetapi menjadi bagian dari kreativitas dan simbol yang dapat merepresentasikan karakter serta identitas daerah.

“Kalau tahun lalu kita menggunakan konfigurasi berbentuk Garuda, tahun ini anak-anak kita tampil dengan formasi kapal pinisi. Ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Pinisi merupakan simbol yang sangat dekat dengan identitas masyarakat kita, khususnya sebagai masyarakat pesisir,” ujar Diana yang akrab disapa Bunda Paskib.

Ia berharap kreativitas tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta sekaligus memberikan kesan tersendiri dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Apresiasi untuk Para Orang Tua
Diana juga memberikan perhatian khusus kepada para orang tua yang anak-anaknya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Paskibraka.

Menurutnya, dukungan orang tua merupakan salah satu kekuatan utama yang memungkinkan para peserta menjalani proses seleksi, latihan, hingga menyelesaikan tugas mereka pada momentum 17 Agustus.

“Terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan dan memberikan izin kepada anak-anaknya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Tidak mudah mendampingi anak-anak dalam proses yang membutuhkan kedisiplinan, waktu, tenaga dan kesiapan fisik maupun mental,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses mulai dari tahap seleksi hingga pelaksanaan tugas pada hari H, baik saat pengibaran maupun penurunan bendera, terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Bunda juga memohon maaf apabila selama proses mulai dari seleksi sampai pelaksanaan puncak hari H, baik pada saat pengibaran maupun penurunan bendera, ada hal-hal yang kurang berkenan. Tentu masih ada kekurangan dalam proses yang kita lalui bersama,” katanya.

Empati bagi Peserta yang Mengalami Gangguan Kesehatan
Secara khusus, Diana menyampaikan empati kepada para orang tua yang anak-anaknya sempat mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan Paskibraka.

Ia menegaskan bahwa kondisi kesehatan merupakan sesuatu yang berada di luar kendali manusia. Namun, seluruh pihak telah berupaya memberikan pendampingan dan perhatian terbaik kepada peserta.

“Untuk para orang tua yang anaknya mengalami gangguan kesehatan, tentu kami menyampaikan permohonan maaf dan empati. Kondisi kesehatan adalah sesuatu yang berada di luar kendali kita. Kita hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik, menjaga, mendampingi, serta memberikan semangat kepada mereka,” jelas Diana.

Menurutnya, pengalaman tersebut hendaknya menjadi pembelajaran bahwa setiap proses memiliki tantangan dan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Paskibraka Bukan Hanya Seremoni
Lebih jauh, Diana berharap pengalaman yang dilalui para peserta Paskibraka dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka.

Menurutnya, Paskibraka bukan hanya tentang menjalankan tugas dalam sebuah upacara, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketangguhan dan semangat pengabdian.

“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita tetap semangat. Mereka telah memberikan yang terbaik. Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah, tetapi justru dari proses inilah mereka belajar tentang arti perjuangan, tanggung jawab dan kebersamaan,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Bonto Bahari beserta seluruh jajaran yang telah memberikan ruang, fasilitas, dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pelatih, pembina, panitia, petugas kesehatan, aparat keamanan, para sahabat, serta seluruh pihak yang bekerja di balik layar demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Terima kasih kepada pemerintah, panitia, pelatih, pembina, petugas kesehatan, aparat keamanan, para sahabat, masyarakat dan terutama para orang tua. Tanpa kebersamaan, tentu proses ini tidak akan bisa kita lalui dengan baik,” ujar Bunda Paskib.

Kebanggaan Bersama
Bagi Diana, keberhasilan Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari menyelesaikan seluruh tugasnya merupakan kebanggaan bersama.

Setiap langkah dalam latihan, setiap disiplin yang dijalankan, setiap tetes keringat, hingga setiap gerakan ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan dan diturunkan menjadi bagian dari perjuangan generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

Formasi kapal pinisi yang ditampilkan pada tahun 2026 pun menjadi salah satu catatan tersendiri dalam perjalanan Paskibraka Kecamatan Bonto Bahari. Setelah pada tahun 2025 menghadirkan formasi Garuda, tahun ini para peserta menghadirkan simbol kapal pinisi yang merepresentasikan karakter maritim dan kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Sekali lagi, Bunda mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensupport, mendoakan, mendampingi dan memberikan semangat kepada anak-anak kita. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga seluruh kebaikan, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutup Diana Sosianty, SPI, yang akrab disapa Bunda Paskib.

×
Berita Terbaru Update