Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Tahanan Rutan Kelas IIA Kendari Ditemukan Tewas di Dalam Sel, Sempat Mengeluh Demam

Selasa, 02 Juni 2026 | 16.08 WIB Last Updated 2026-06-02T09:08:11Z

Gambar : Korban saat ditemukan tewas di dalam sel Rutan kelas ll A Kendari. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tahanan pada Selasa (2/6/2026) pagi.


Korban diketahui bernama Afrisal (26), warga Desa Uepai, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. 


Ia merupakan tahanan kasus penganiayaan dengan vonis hukuman enam bulan penjara.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.40 WITA saat petugas melakukan pengecekan rutin (aplos) di Blok B. 


Salah satu petugas jaga, Andi Alfian, mengungkapkan bahwa informasi awal diterima dari kepala kamar.


“Ketika saya melakukan pengecekan di kamar 1 Blok B, salah satu tahanan melaporkan bahwa ada penghuni di kamar 4 yang diduga meninggal dunia. Saat saya cek, korban sudah tidak bernapas dan tubuhnya dalam kondisi kaku,” ujar Andi.


Setelah itu, petugas segera memanggil tim klinik rutan dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Petugas rutan lainnya, Rino Pamungkas, mengatakan dirinya langsung menyiapkan ambulans setelah menerima laporan tersebut.


“Saya langsung mengangkut korban ke RS Bhayangkara bersama dua staf klinik untuk penanganan medis lebih lanjut,” katanya.


Sementara itu, salah satu saksi sesama tahanan, Heri, menyebut korban sebelumnya sempat mengeluhkan sakit.


“Korban sempat mengeluh demam selama dua hari. Pagi tadi saat dibangunkan tidak merespons, kemudian saya laporkan ke petugas,” ungkapnya.


Hasil pemeriksaan awal dari tim medis RS Bhayangkara menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. 


Hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan.


Diketahui proses autopsi masih berlangsung guna memastikan penyebab kematian korban secara medis.


Sementara itu, tim identifikasi yang datang ke lokasi kejadian tidak sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh karena jenazah telah lebih dulu dievakuasi ke rumah sakit.


Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat unsur lain di balik kematian korban.

×
Berita Terbaru Update